Selamat Datang di Blogspot Staf Bupati Bantaeng Alamat : Jl. A. Manappiang No.5 Kabupaten Bantaeng - Telepon ( 0413 ) 21001, fax ( 0413 ) 22765 Propinsi Sulawesi Selatan, terima kasih,..atas kunjungan anda. Wassalam
Silahkan Mengganti Tema Latar yang di inginkan


Bupati Bantaeng berbagi pengalaman tentang, Fasilitas Kesehatan Siaga Bencana di acara Workshop





 
Meningkatnya intensitas bencana yang terjadi akhir-akhir ini, menantang Pemerintah Pusat khususnya Kementrian Kesehatan untuk menyusun Pedoman Fasilitas Kesehatan yang aman terhadap kedarurat bencanaan, tentunya dalam rangka meminimalkan potensi terjadinya korban akibat kesalahan penanganan khususnya dalam bidang kesehatan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dilaksanakan workshop selama 4 hari tanggal 12 – 15 Mei 2014 di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung yang dihadiri oleh peserta sebanyak 50 orang yang terdiri atas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Rawan Bencana, Direktur Rumah Sakit, unsur perguruan tinggi termasuk UNHAS, UI dan UGM serta segenap aparat dari Kementrian Kesehatan.
 
Dalam pelaksanaan Workshop tersebut, Bupati Bantaeng H.M. Nurdin Abdullah di undang sebagai pembicara untuk berbagi pengalaman kepada segenap peserta terkait implementasi layanan Brigade Siaga Bencana di Kabupaten Bantaeng yang selama ini banyak dilirik oleh Pemerintah Kabupaten / Kota dan Provinsi se Indonesia untuk di replikasi di daerah masing-masing, selain itu keberadaan BSB Kabupaten Bantaeng saat ini telah membawa Indonesia untuk menjadi nominator dalam ajang Kompetisi Pelayanan Publik Tingkat Internsional atau diajang United Nations Public Service Awards (UNPSA). Dasar pemikiran tersebut menjadi refrensi kami untuk menghadirkan Bapak Bupati Bantaeng untuk berbagai pengalaman pada acara ini ujar Dr. Ari Prasetyadi sebagai moderator yang memandu diskusi untuk sesi Sharing Experience dalam menerapkan safe healt facilities.
 
Dalam sesi pemaparan yang dipanel dengan Wakil Gubernur DIY, Direktur RS Sanglah Bali dan Dr Handoyo, Sp.BS (dosen FK-UGM), Nurdin Abdullah menuturkan bahwa pada prinsipnya urusan kesehatan ini pada merupakan urusan wajib pemerintah, sehingga sangat ironi jika dijadikan sebagai komoditas atau jualan politik diberbagai event Pemilukada bahkan Pilpres, sebab menjadi kewajiban segenap jajaran pemerintah mulai dari daerah hingga ketingkat pusat untuk melakukan inovasi dalam pemberian layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat, termasuk layanan mobile melalui kunjungan ke pasien-pasien yang membutuhkan layanan kesehatan, sebagaiamana yang selama ini telah dimplementasikan di Kabupaten Bantaeng, yang lebih menarik lagi karena BSB ini dibuat satu atap dengan Pemadam Kebakaran dan layanan kebencanaan lainnya yang menjadi kewenangan SKPD Dinas Sosial.
 
Lebih Lanjut Bupati dua periode ini mengatakan bahwa di Bantaeng, masyarakat tidak takut lagi sakit, sebab layanan dokter dengan berbagai peralatan standar international siap siaga selama 24 jam, masyarakat cukup menghubungi call center 113 saja, tim dokter dan perawat akan melakukan kunjungan kerumah-rumah masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, sifat layananyapun diberikan sesuai standar operasional apa perlu diselesaikan di tempat, di rujuk ke puskesmas rawat inap, dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten atau dilanjutkan dirujuk ke Rumah Sakit provinsi, dengan jaminan penjaga pasien dan transportasi selama rawat inap ditanggung oleh Pemerintah Daerah.  Selama keberadaan BSB sejak Desember 2009 lalu jumlah pasien yang dirawat mulai dari sekitar 65 pasien pada tahun 2009 dan pada tahun 2013 melayani sekitar 6.773 pasien termasuk pasien dari Kabupaten tetangga yang ada di bagian selatan Sulawesi Selatan. Pencapaian fenomenal yang diraih selama beroperasinya Brigade Siaga Bencana adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dari angka 17 kasus pada tahun 2008 menjadi nol kasus pada tahun 2012 dan 2013. Model ini wajib dinasionalkan, karena masyarakat Bantaeng telah merasakan manfaatnya pinta Nurdin Abdullah yang diintegrasikan dengan pembangunan sector lain termasuk sector pertanian untuk bahan pangan yang sehat serta sector lingkungan dalam hal kebersihan dan kepariwisataan untuk peningkatan indeks happiness masyarakat, sebagai upaya penunjang peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
 
Pada sesi diskusi, beberapa peserta mempertanyakan terkait sumber anggaran yang digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan BSB Kabupaten Bantaeng, Nurdin Abdullah memberikan tanggapan bahwa pada prinsipnya semua diawali dengan komitmen. Komitmen ini menjadi penyemangat bagi kami beserta segenap SKPD teknis untuk berfikir inovatif dalam memberikan yang terbaik buat rakyat yang telah memberikan mandat kepada pemerintah untuk diberikan pelayanan. Oleh karena itu, kami manfaatkan modal jaringan yang ada diluar negeri untuk mendapatkan Hibah Mobil Ambulance yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan canggih, sebab kita ketahui bersama bahwa Ambulance di luar negeri walaupun second tapi standar international sangat berbeda dengan ambulance yang selama ini dipakai dibeberapa daerah yang hanya merubah fungsi dari mobil mini bus menjadi ambulance. Sedangkan untuk operasioal harian menggunakan dana APBD rata-rata setiap tahun tidak lebih dari Rp. 1- 2 milyar dalam beberapa tahun terakhir.
 
Bupati Bantaeng pada kesempatan workshop tersebut hadir didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj. Takudaeng, M.Kes, DPDK beserta Hj. Sari Pudjiastuti, S.KM, M.Kes, Koordinator Umum BSB dr. Andi Ihsan, DPDK bersama Sekretaris BSB dr. Armansyah, DPDK yang selama ini beraktifitas di BSB.

0 komentar:

Komentar

Komentar Terbaru

CREATED BY : Dedy Unsat.net