Selamat Datang di Blogspot Staf Bupati Bantaeng Alamat : Jl. A. Manappiang No.5 Kabupaten Bantaeng - Telepon ( 0413 ) 21001, fax ( 0413 ) 22765 Propinsi Sulawesi Selatan, terima kasih,..atas kunjungan anda. Wassalam
Silahkan Mengganti Tema Latar yang di inginkan


Industri Smelter Bantaeng terbesar di dunia




 
Bantaeng, 10/5 – 2014 – Bila industri pengolahan bijih nikel (smelter) di Kabupaten Bantaeng berhasil dipancang, Bantaeng menjadi daerah yang memiliki industri smelter terbesar di dunia.
 
Sebanyak 8 industri sejenis kini telah mengajukan izin ke Pemda Kabupaten Bantaeng. Tiga diantaranya telah melakukan pembebasan lahan masing-masing PT Titan Mineral Utama, PT Bumi Bakti Sulawesi, dan PT Cinta Jaya.
PT Titan Mineral Utama bahkan telah menyelesaikan pematangan lahan dan kini sudah memasuki tahap konstruksi, sedang lima investor lainnya kini dalam tahap negosiasi.
 
Wakil Ketua Kadin Indonesia bidang Pertambangan dan Energy, Vince Gowan di Bantaeng, Sabtu (10/5) mengatakan, masing-masing industry menanamkan modal sebesar 300 juta dolar AS sehingga total investasi akan mencapai 2,4 miliar dolar AS (setara Rp 240 triliun).
 
Menurut Vince Gowan yang juga Presiden Director PT Global ABC, pembangunan yang dipusatkan di kawasan Bantaeng Industrial Park (BIP) akan terintegrasi dengan pelabuhan yang dilengkapi terminal terpadu.
Dengan demikian, Bantaeng juga akan memiliki pelabuhan curah terbesar karena produksi bijih nikel yang dapat diproduksi akan mencapai 1 juta ton.
 
Untuk menunjang proyek besar dalam bentuk cluster industri itu, perusahaan Tiongkok Shenghua akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 2 X 300 mega watt (MW).
Pembangkit batubara tersebut akan menghabiskan investasi 1 miliar dolar AS, tambah Vince Gowan yang juga Chairman Indonesian Council of World Affair (ICWA).
 
Menjawab pertanyaan, Vince Gowan yang didampingi Kadis Perindagtamben H Abd Gani dan Camat Pa’jukukang Ahmad Salam mengatakan, pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menuding akibat pemberlakuan UU Mineral dan Batubara (Minerba), ia mengatakan, hanya menjadi dampak sementara.
 
‘’Bila semua industry sudah berproduksi, efek gandanya akan lebih besar,’’ terangnya seraya memberi contoh penyerapan tenaga kerja minimal 5000 orang.
Jumlah tersebut belum termasuk pekerja tambang di lokasi asal. Vince Gowan memprediksi ekspor sebesar 2,4 miliar dolar AS akan mendorong kegiatan ekonomi sebesar itu.
‘’Belum lagi kegiatan usaha disekitar industry yang juga akan tumbuh,’’ katanya lagi sembari menyambut baik kebijakan Kementerian Keuangan (Dirjen Pajak) yang segera memberlakukan insentif pajak terhadap industry smelter.
 
‘’Ini yang benar. Pemerintah harus bisa mendorong masuknya investasi ke negeri ini. Dan itu sudah dilakukan Pemda Bantaeng yang sudah melakukan regulasi pembebasan bea izin,’’ tuturnya.
 
‘’Inilah yang seharusnya menjadi contoh. Selain mudah dalam pengurusan, juga gratis. Tidak heran bila banyak investor yang menyatakan komitmen membandung industry di Bantaeng,’’ tambahnya.
 
Vince Gowan juga mengatakan, manajemen BIP akan dijalankan secara tripartit antara Pemda Kabupaten Bantaeng, Kadin dan Investor. Ini dilakukan untuk mencegah munculnya riak seperti yang terjadi dalam bebarapa tahun terakhir.
 
Pengelolaan manajemen seperti itu akan mengatur hak dan kewajiban mulai dari upah minimum maupun insentif lainnya. Tentu saja juga bekerjasama Serikat Buruh, kuncinya.(hms)   

0 komentar:

Komentar

Komentar Terbaru

CREATED BY : Dedy Unsat.net