Selamat Datang di Blogspot Staf Bupati Bantaeng Alamat : Jl. A. Manappiang No.5 Kabupaten Bantaeng - Telepon ( 0413 ) 21001, fax ( 0413 ) 22765 Propinsi Sulawesi Selatan, terima kasih,..atas kunjungan anda. Wassalam
Silahkan Mengganti Tema Latar yang di inginkan


Belajar RPJMD, Pansus DPRD POLMAN ke Bantaeng.



 
Bantaeng, 03/06 – 2014 –     Tim Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melakukan study banding (Stuba) di Kabupaten Bantaeng.
 
Stuba tersebut dimaksudkan untuk memperoleh masukan tentang penyusunan RPJMD di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel.
‘’Kami memilih belajar ke Bantaeng karena daerah ini banyak mengalami perkembangan,’’ kata Ketua Tim Pansus RPJD Polman M Fariduddin ketika diterima Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Bantaeng, Senin (3/6).
Menurut Fariduddin, Kabupaten Bantaeng dalam 5 tahun terakhir mengalami lonjakan yang luar biasa. Karena itulah, untuk menyempurnakan draft RPJMD Kabupaten Polman, kami butuh referensi.
 
Ini penting sebab RPJMD merupakan pedoman yang menjadi instrument dalam menilai dan mengawasi kinerja pemerintahan. Polman yang memiliki 16 kecamatan dengan garis pantai 90 kilometer masih memiliki angka kemiskinan 19 persen.
Karena itulah, kami harus belajar banyak, terlebih Kabupaten Bantaeng mampu menurunkan angka pengangguran dari 12,09 persen menjadi 3,75 persen dan angka kemiskinan dari 12,12 persen menjadi 5,89 persen.
 
Penyusunan RPJMD ini juga harus memenuhi ketentuan,  dibuat paling lambat 6 bulan setelah pemimpin daerah (Bupati terpilih) dilantik. Pasangan Bupati Polman  dilantik Januari 2014, ujarnya.
Pada kunjungan tersebut Fariduddin disertai Tim Pansus yang terdiri atas Syamsu Samad dan H Juanda dari Fraksi Demokrat, staf ahli bupati, pejabat Bappeda dan sejumlah politisi lainnya.
 
Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng H Abd Wahab mengatakan, penyusunan RPJMD Bantaeng diawali Renstra untuk menghimpun masukan dari masyarakat.
Abd Wahab yang juga Kepala Dinas PPKAD mengakui, mendahulukan Renstra merupakan terobosan tersendiri, namun ini mendapat dukungan Tim Pansus RPJMD DPRD Kabupaten Bantaeng.
Hal itu juga diakui Ketua Tim Pansus RPJMD Kabupaten Bantaeng Nurdin Halim. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, kesepakatan dengan Pemda dilakukan karena Pemda dan DPRD merupakan penyelenggara pemerintahan.
Karena itulah, keberhasilan dan kegagalan pemerintahan tentu imejnya juga kepada kedua lembaga tersebut. 
 
Selain itu, DPRD selalu terbuka untuk menjaga keseimbangan karena dewan merupakan representasi dari rakyat sekaligus juga merupakan mitra pemerintah yang baik.
Karena itulah, pengajuan awal RPJMD hingga akhir selalu berjalan lancar. Ini juga dimaksudkan untuk mewujudkan visi Kabupaten Bantaeng sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi di bagian selatan Sulsel, terang Nurdin Halim.
 
Untuk menunjang hal itu, Kepala Bappeda Abd Wahab menyebut 3 pilar pembangunan yang akan dicapai masing-masing sebagai Kota Jasa sebagai akibat keterbatasan lahan.
Yang kedua sebagai Pusat Benih dan ketiga sebagai pusat Industri. Hal tersebut harus ditunjang kebersihan kota, pelayanan yang baik, termasuk pelayanan kesehatan dengan menghadirkan Brigade Siaga Bencana (BSB).
Sedang untuk mewujudkan sebagai Kabupaten Benih Berbasis Teknologi ditunjang industry benih dan laboratorium kultur jaringan serta Balai Pengembangan Perikanan bekerjasama BPPT.
 
Khusus untuk perwujudkan sebagai daerah industry, dilakukan dengan memberikan kemudahan perizinan, bahkan gratis. Hasilnya, sejumlah industri pengolahan tambang (Smelter) telah menyatakan minat dibuktikan dengan pembebasan lahan.
Bila industri tersebut beroperasi, tentu akan menunjang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang dengan sendirinya juga menopang peningkatan kesejahteraan masyarakat, terangnya.(hms)   

0 komentar:

Komentar

Komentar Terbaru

CREATED BY : Dedy Unsat.net