Selamat Datang di Blogspot Staf Bupati Bantaeng Alamat : Jl. A. Manappiang No.5 Kabupaten Bantaeng - Telepon ( 0413 ) 21001, fax ( 0413 ) 22765 Propinsi Sulawesi Selatan, terima kasih,..atas kunjungan anda. Wassalam
Silahkan Mengganti Tema Latar yang di inginkan


37 Peserta ikut lomba Duta Baca Keluarga dan Cilik




 
Bantaeng, 07/11 – 2013 – Sebanyak 37 orang peserta mengikuti lomba Duta Baca keluarga dan Duta Baca Cilik tingkat Kabupaten Bantaeng yang digelar di Balai Kartini Bantaeng, Kamis (7/11).
 
Ke-37 peserta tersebut masing-masing 16 peserta (dari 20 orang) yang ikut seleksi Duta Baca Cilik, sedang untuk kategori Duta Baca Keluarga diikuti 21 peserta dari 29 yang ikut seleksi.
Seleksi yang dilakukan panitia meliputi seleksi administrasi, wawancara dan resensi buku untuk peserta Duta Baca Keluarga sedang Duta Baca Cilik seleksinya meliputi wawancara dan mendongeng tentang cerita rakyat Sulsel, kata Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah DRa Estha Karim M.Ikom.
 
Pemilihan Duta Baca Keluarga dan Duta Baca Cilik yang berlangsung sehari itu dibuka Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah. Sebelum peresmian, komunitas perpustakaan Bantaeng juga memperingati Hari Ulang Tahun Emas Bupati Bantaeng.
 
Peringatan HUT tersebut diwarnai tiup lilin dan pemotongan kue oleh Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hj Aisyah Yasin dan para pejabat SKPD.
 
Ketua Tim Penggerak PKK yang juga istri Bupati HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu juga membacakan puisi yang ditulisnya sendiri. Puisi tersebut berjudul Nahkodaku.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, peringatan HUT ke 50 pertanda usia semakin berkurang. Ia kemudian bercerita tentang pahit getirnya kehidupan yang berhasil dilalui dalam 50 tahun.
 
Terlahir sebagai anak tentara, Nurdin yang lahir dan besar di Kota Niaga Parepare harus berpindah-pindah mengikuti sang ayah yang bertugas ke Kabupaten Soppeng.
Meski begitu, ia bertekad untuk membahagiakan orang tua. Caranya dengan menjaga nama baik selama dalam pertumbuhan dan pada saaat sudah mampu, disitulah.
 
Sejak duduk di bangku SMP, Nurdin sudah pandai cari uang, ia bersama gurunya yang kreatif di Parepare membuat diktat dan mengerjakan taman.
Ketika masuk SMA, ia pindah ke Makassar. Ketika itupun ia sudah pandai cari duit dan mendapat kepercayaan memegang uang puluhan juta karena memiliki integritas.
 
Saat kuliah di Unhas, ia dipertemukan dengan seorang wanita yang baik hati, meski putri Rektor namun ia baik hati, tuturnya. Ia kemudian menikah kemudian mencoba hidup mandiri hingga sekolah ke Jepang.
 
Usai menyelesaikan study, Nurdin dipercaya oleh pengusaha Jepang yang membuka usaha perikanan di Genoa, Bali. Sejak menjadi karyawan, Nurdin bekerja bersungguh-sungguh.
‘’Meski saya sudah doctor, namun semua gelar saya lepas untuk bekerja keras menjaga kepercayaan,’’ ujarnya. Hasilnya, ia dipercaya menjadi  Presiden Direktur untuk Indonesia.
Dari situ kemudian lahir Maruki Internasional, tambahnya seraya mengajak anak-anak untuk selalu optimistis. Jangan berkecil hati hanya karena orang tua kurang mampu.
 
‘’Jangan cepat putus asa karena kesulitan karena kekuasaan milik Allah, Saya sendiri tidak pernah bercita-cita menjadi bupati, namun apapun yang diberikan oleh Allah kita harus ikhlas,’’ tandasnya.
 
Ia juga berpesan agar banyak membaca sebab hanya dengan membaca ilmu akan bertambah dan pada saatnya bangsa kita akna kuat. Di luar negeri, terang Nurdin lagi, kemana saja, orang-orang pasti membaca buku atupun Koran dan berbagai jenis bacaan lainnya.(hms)    
 

0 komentar:

Komentar

Komentar Terbaru

CREATED BY : Dedy Unsat.net