Bantaeng, 11/11 – 2013 – Gugus Kendali Mutu (GKM) Ermes Jaya mewakili Sulsel dalam
ajang Konvensi GKM Tingkat Nasional yang dilaksanakan di Yokyakarta, 12 – 14
November 2013.
GKM Ermes Jaya yang memproduksi air
minum dalam kemasan terpilih mewakili Sulsel setelah berhasil keluar sebagai
pemenang dalam konvensi GKM tingkat provinsi yang diikuti 23 Kabupaten/Kota se
Sulsel Oktober 2013.
Kepala Dinas Perindustrian
Perdagangan Pertambangan dan Energi (Perindagtamben) H Abd Gani usai
menyerahkan piala hasil Konvensi Tingkat Sulsel tersebut kepada Bupati Bantaeng
HM Nurdin Abdullah, Senin (11/11) mengatakan, sebelum dibina Disperindagtamben,
GKM Ermes Jaya sempa jatuh bangun.
Hal itu terjadi karena tingkat
kerusakan kemasan yang cukup tinggi, mencapai 40 persen. Tingkat kerusakan
tersebut diantaranya bocor, salah potong, logo miring dan berbagai masalah
lainnya.
Namun, setelah dilakukan pembinaan
dalam bentuk pendampingan, tingkat kerusakan tersebut bisa ditekan hingga 35
persen. Karena itu, produksi yang selama ini mencapai 700 dos/hari dapat
ditekan kerusakannya.
Kini, tingkat kerusakan maksimal 5
persen dan diharapkan produksi air kemasan dengan mereka dagang AAN bisa
ditingkatkan hingga 1.700 dos/hari.
Menjawab pertanyaan, Abd Gani
mengatakan, selain pendampingan, juga dilakukan perubahan system dari hydrolik
menjadi system gear.
Ini dilakukan melalui modifikasi
mesin. Kadis Perindagtamben oprimistis, GKM Ermes Jaya dapat meningkatkan
produksinya dari skala rumah tangga menjadi industry menengah.
Dan pada akhirnya akan bisa
mengikuti jejak tiga industry pengolahan air lainnya yang sudah skala besar
seperti Air Kita, Vita dan Aqua Daeng.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah
menyambut baik keberhasilan GKM Ermes Jaya yang mewakili Sulsel dalam Konvesi
tingkat nasional di Yogyakarta.
Menurut Bupati, Pemda mendorong
industry kecil menengah (IKM) untuk mengembangkan usahanya, termasuk mendorong
bagaimana industry kecil berkembang dan bisa memberi kontribusi terhadap
perekonomian daerah.
Ia berharap, niat tulus untuk
membantu pengembangan industry tersebut dapat terlaksana baik.
‘’Kami akan tetap member keringanan
kepada investor dan calon investor agar dapat mengembangkan sector yang ada,’’
tuturnya.(hms)


0 komentar: