Bantaeng,
07/11 – 2013
– Bila tak ada aral melintang, industri pupuk pintar Slow Release Fertilizer
(SRF) Kabupaten Bantaeng yang berlokasi di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA)
segera beroperasi.
‘’Seluruh
mesin dan fasilitas pendukungnya sudah terpasang, tinggal pengoperasiannya yang
diharapkan pecan pertama Desember sudah bisa diresmikan,’’ kata Kepala
Inspektorat BPPT Ir Burhanuddin Guntur pada Fokus Group Discussion (FGD) di
aula rumah jabatan Bupati Bantaeng, Kamis (7/11).
Kegiatan
yang diikuti kelompok tani (KTNA), distributor pupuk, Bumdes dan unsur terkait
tersebut juga dihadiri anggota DPRD Bantaeng dan perwakilan Pupuk Kaltim.
Burhanuddin
mengatakan, pupuk lepas lambat ini merupakan program unggulan agar kita tidak
tergantung pada pupuk dari luar. Sebelum industrinya dibangun, sudah dilakukan
percobaan di berbagai tempat, termasuk di Tabanan, Bali.
Hasil
percobaan tersebut ternyata hasilnya bagus, karena itu banyak yang menyatakan
minat, namun BPPT telah menjalin kerjasama dengan Kabupaten Bantaeng.
Ia
berharap, industri pupuk pintar tersebut bisa memproduksi 100 ribu ton/tahun
dan pada tahap awal produksi diperkirakan 10 ribu ton untuk memenuhi permintaan
sekitar kabupaten Bantaeng, urainya.
Salah
satu keunggulan pupuk SRF adalah mampu diformulasi sesuai kondisi tanah
sehingga semakin menyuburkan tanah. Ini sangat berbeda dengan pupuk kimia yang
justru merusak tanah (menjadi racun). Selain membangun industry pupuk pintar di
Bantaeng, BPPT juga membantu Pemda untuk pengembangan ikan nila gesit.
Bupati
Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, kerjasama dengan BPPT sudah dilakukan
sejak awal kepemimpinannya, sejumlah komoditas telah dihasilkan seperti talas
dan berbagai jenis benih lainnya.
Bahkan
melalui Balai Benih Ikan di Rappoa, juga dijadwalkan segera beroperasi. Khusus
pupuk SRF, Nurdin menilai sangat luar biasa karena bisa menjangkau tanah
marginal.
Persoalannya,
tambah Bupati, hingga kini sudah banyak yang meminta. ‘’Apakah produksi perdana
sebanyak 10 ribu ton/tahun tersebut bisa memenuhi permintaan.
Ini
penting untuk menjaga ketahanan pangan kita yang semakin mengkhawatirkan.
‘’Indonesia kini telah mengimpor pisang dan cabe padahal hamparan lahan kita
cukup luas.
Sulsel
sebagai lumbung pangan seharusny juga ditunjang industry pupuk sebab selama ini
sering terjadi kesulitan pupuk saat dibutuhkan karena dikuasai perusahaan
tertentu.
Kini,
dengan industry pupuk SRF di Bantaeng, semakin memantapkan daerah berjarak 120
kilometer arah selatan Kota Makassar menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru di
selatan Sulsel.(hms)


0 komentar: