Selamat Datang di Blogspot Staf Bupati Bantaeng Alamat : Jl. A. Manappiang No.5 Kabupaten Bantaeng - Telepon ( 0413 ) 21001, fax ( 0413 ) 22765 Propinsi Sulawesi Selatan, terima kasih,..atas kunjungan anda. Wassalam
Silahkan Mengganti Tema Latar yang di inginkan


Industri Pupuk SRF Bantaeng segera beroperasi





 
Bantaeng, 07/11 – 2013 – Bila tak ada aral melintang, industri pupuk pintar Slow Release Fertilizer (SRF) Kabupaten Bantaeng yang berlokasi di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) segera beroperasi.
 
‘’Seluruh mesin dan fasilitas pendukungnya sudah terpasang, tinggal pengoperasiannya yang diharapkan pecan pertama Desember sudah bisa diresmikan,’’ kata Kepala Inspektorat BPPT Ir Burhanuddin Guntur pada Fokus Group Discussion (FGD) di aula rumah jabatan Bupati Bantaeng, Kamis (7/11).
Kegiatan yang diikuti kelompok tani (KTNA), distributor pupuk, Bumdes dan unsur terkait tersebut juga dihadiri anggota DPRD Bantaeng dan perwakilan Pupuk Kaltim.
 
Burhanuddin mengatakan, pupuk lepas lambat ini merupakan program unggulan agar kita tidak tergantung pada pupuk dari luar. Sebelum industrinya dibangun, sudah dilakukan percobaan di berbagai tempat, termasuk di Tabanan, Bali.
 
Hasil percobaan tersebut ternyata hasilnya bagus, karena itu banyak yang menyatakan minat, namun BPPT telah menjalin kerjasama dengan Kabupaten Bantaeng.
 
Ia berharap, industri pupuk pintar tersebut bisa memproduksi 100 ribu ton/tahun dan pada tahap awal produksi diperkirakan 10 ribu ton untuk memenuhi permintaan sekitar kabupaten Bantaeng, urainya.
Salah satu keunggulan pupuk SRF adalah mampu diformulasi sesuai kondisi tanah sehingga semakin menyuburkan tanah. Ini sangat berbeda dengan pupuk kimia yang justru merusak tanah (menjadi racun). Selain membangun industry pupuk pintar di Bantaeng, BPPT juga membantu Pemda untuk pengembangan ikan nila gesit.
 
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, kerjasama dengan BPPT sudah dilakukan sejak awal kepemimpinannya, sejumlah komoditas telah dihasilkan seperti talas dan berbagai jenis benih lainnya.
Bahkan melalui Balai Benih Ikan di Rappoa, juga dijadwalkan segera beroperasi. Khusus pupuk SRF, Nurdin menilai sangat luar biasa karena bisa menjangkau tanah marginal.
 
Persoalannya, tambah Bupati, hingga kini sudah banyak yang meminta. ‘’Apakah produksi perdana sebanyak 10 ribu ton/tahun tersebut bisa memenuhi permintaan.
 
Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan kita yang semakin mengkhawatirkan. ‘’Indonesia kini telah mengimpor pisang dan cabe padahal hamparan lahan kita cukup luas.
Sulsel sebagai lumbung pangan seharusny juga ditunjang industry pupuk sebab selama ini sering terjadi kesulitan pupuk saat dibutuhkan karena dikuasai perusahaan tertentu.
 
Kini, dengan industry pupuk SRF di Bantaeng, semakin memantapkan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru di selatan Sulsel.(hms)

0 komentar:

Komentar

Komentar Terbaru

CREATED BY : Dedy Unsat.net