Bantaeng, 02/11 – 2013 - Anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) yang terus
menanjak dari tahun ke tahun seharusnya bisa memajukan Indonesia.
‘’Peningkatan anggaran yang
triliunan rupiah seharusnya membuat Indonesia makin hebat. Tapi, ternyata
kemiskinan masih banyak. Ini fakta yang seharusnya kita bisa angkat.’’
Apa yang salah, negeri kita subur.
Bahkan minyak di Indonesia merupakan kedua ditemukan di dunia setelah penemuan
minyak pertama kali di Pensilvania, kata Inspektur Jenderal Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Haryono Umar M.Sc, Ak pada Seminar Kebangsaan
di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Sabtu (2/11).
Haryono yang menjadi pembicara
bersama Bupati Bantaeng Prof Dr HM Nurdin Abdullah M.Agr dalam seminar yang
dilaksanakan Mahasiswa KKN Kebangsaan tersebut dipandu Ketua UPT KKN UNhas Dr
Hasrullah MA.
Haryono yang juga mantan Wakil Ketua
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, Norwegia yang baru sekitar 20
tahunan menemukan minyak, muncul sebagai negara makmur.
Dengan kekayaan alam yang berlimpah
dan sepanjang tahun hijau menjadi paru-paru dunia, seharusnya juga bisa seperti
Norwegia, namun kenapa kita hanya bisa menjadi pasar bagi Negara lainnya.
Hal tersebut antara lain karena
korupsi. Kenapa korupsi karena pejabat tidak memiliki integritas. Mereka
melihat kesempatan dan tidak tahan godaan padahal pejabat itu sudah dibekali
anggaran besar untuk digunakan.
Karena itu, harapan ke depan untuk
menyelamatkan bangsa ini terletak pada mahasiswa, terutama yang sedang
mengikuti KKN Kebangsaan. Peserta KKN ini merupakan orang-orang pilihan yang
diharapkan 10 hingga 20 tahun ke depan sudah menjadi pemimpin.
‘’Inilah kesempatan kepada kalian
untuk belajar banyak bagaimana membangun melalui integritas dan niat baik
seperti yanag sudah dilakukan Bupati Bantaeng,’’ urainya.
Menurut Haryono, lihatlah Bantaeng
membangun dan bandingkan dengan daerah lainnya. Kondisinya sangat berbeda
dengan wilayah disekitarnya.
Ia kemudian mengatakan, bila
mahasiswa menghendaki negeri ini maju, maka mahasiswa harus menyadari bahwa
Indonesia ini negara besar dan persiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk
memanfaatkan kekayaan secara bersama-sama dan menjadi pejuang kebenaran.
Hanya dengan moral dan integritas
yang tinggi, seseorang tak akan mudah tergoda suap. Ia kemudian memberi contoh
Nabi Ibrahim yang memilih dibakar hidup-hidup karena yakin terhadap
kebenaran.
Karena itu, menjadi pemimpin harus
bertanggungjawab karena dia menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat.
Untuk itu, memilih pemimpin harus melihat apakah cinta rakyat atau tidak.
Sebab pemimpin yang cinta rakyat
tentu tak akan mengambil uang rakyat. Dia akan bekerja keras untuk memajukan
daerahnya. Salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan adalah melalui
investasi.
Bila investasi masuk, dengan
sendirinya kita tak akan menjadi Negara pasar tetapi kita menjadi produsen,
tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM
Nurdin Abdullah mengatakan, mahasiswa harus berani memotong rantai untuk
mencegah terjadinya korupsi di Indonesia.
Caranya adalah melalui pendidikan,
namun bidang ini diharapkan tak hanya menelorkan orang cerdas tetapi kita
berharap melahirkan orang-orang bermoral, memiliki etika dan ahlak yang baik.
Ini menjadi penting sebab sudah
banyak lembaga penegakan hukum dibentuk pemerintah, termasuk KPK, namun masih
juga banyak yang melanggar.
Ia kemudian mengemukakan, sejumlah
pertanyaan yang sering muncul yakni kenapa Bantaeng bisa membangun dengan
anggaran minim. Pelaksanaan Pilkada juga tetap tenang dan tidak ada riak. Itu
karena kami semua bekerja dengan ikhlas, urainya.(hms)


0 komentar: