Selamat Datang di Blogspot Staf Bupati Bantaeng Alamat : Jl. A. Manappiang No.5 Kabupaten Bantaeng - Telepon ( 0413 ) 21001, fax ( 0413 ) 22765 Propinsi Sulawesi Selatan, terima kasih,..atas kunjungan anda. Wassalam
Silahkan Mengganti Tema Latar yang di inginkan


Bupati Bantaeng - Waspadai Calo CPNS




 

Bantaeng, 03/11 – 2013 – Bupati Bantaeng mengimbau semua pihak terutama yang mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mewaspadai  calo yang mengaku bisa mengurus.
 
‘’Mereka biasanya mengatasnamakan KemenPAN ataupun pejabat yang namanya cukup berpengaruh,’’ katanya ketika meninjau pelaksanaan tes CPNS di berbagai tempat di Bantaeng, Minggu (3/11).
 
Tes CPNS yang dilakukan serentak diseluruh Indonesia tersebut berjumlah 8.005 orang untuk Kabupaten Bantaeng dengan formasi guru terdiri atas 6.777 peserta umum dan 1.228 orang CPNS Kategori II (K-2).
Pelaksanaan tes tertulis menggunakan 400 ruangan yang disebar pada 31 sekolah di Bantaeng, kata Sudarni, Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Panitia Penerimaan CPNS tahun 2013.
 
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Sekda dan pejabat lainnya meninjau pelaksanaan tes di SMK Negeri 1 Bantaeng, SD Negeri 4 Lembang China, SMP Negeri 1 Bantaeng dan SMA Negeri 1 Bantaeng.
 
Melihat banyaknya peserta tes sementara yang akan diterima sangat terbatas, Bupati mengimbau untuk tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan jasa.
‘’Jangan percaya dengan orang-orang yang menawarkan jasa, terutama bila ada yang mengaku-ngaku dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Itu bohong’’ terangnya.
Ia kemudian menyebut mekanisme yang diberlakukan setelah tes tulis, semua lembar jawaban langsung diamankan dan dikawal ke Jakarta.
 
Sayangnya, tambah Nurdin Abdullah, Pemda tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut cukup rawan karena Pemdalah yang mengetahui kebutuhannya.
Yang paling rawan, tambah Bupati Bantaeng adalah formasi K1 yang masih tersisa. Mereka ini dijanji oleh MenPAN untuk diberi prioritas. Demikian pula dengan K2.
 
Bila KemenPAN hanya memprioritaskan kecerdasan dan mengesampingkan pengabdian dan kesabaran CPNS selama ini, kemungkinan bisa menjadi bumerang, urainya.
Pemda kan yang tau pengabdian para CPNS K-1 dan K-2, sedang pusat hanya taunya quota. Makanya, bila salah mengambil keputusan, tidak tertutup kemungkinan terjadi keributan, tambahnya.(hms)

0 komentar:

Komentar

Komentar Terbaru

CREATED BY : Dedy Unsat.net