Bantaeng, 03/11 – 2013 – Bupati Bantaeng mengimbau semua pihak terutama yang mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mewaspadai calo yang mengaku bisa mengurus.
‘’Mereka biasanya mengatasnamakan
KemenPAN ataupun pejabat yang namanya cukup berpengaruh,’’ katanya ketika
meninjau pelaksanaan tes CPNS di berbagai tempat di Bantaeng, Minggu (3/11).
Tes CPNS yang dilakukan serentak
diseluruh Indonesia tersebut berjumlah 8.005 orang untuk Kabupaten Bantaeng
dengan formasi guru terdiri atas 6.777 peserta umum dan 1.228 orang CPNS
Kategori II (K-2).
Pelaksanaan tes tertulis menggunakan
400 ruangan yang disebar pada 31 sekolah di Bantaeng, kata Sudarni, Sekretaris
Daerah (Sekda) yang juga Ketua Panitia Penerimaan CPNS tahun 2013.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah
bersama Sekda dan pejabat lainnya meninjau pelaksanaan tes di SMK Negeri 1
Bantaeng, SD Negeri 4 Lembang China, SMP Negeri 1 Bantaeng dan SMA Negeri 1
Bantaeng.
Melihat banyaknya peserta tes
sementara yang akan diterima sangat terbatas, Bupati mengimbau untuk tidak
mudah percaya kepada orang yang menawarkan jasa.
‘’Jangan percaya dengan orang-orang
yang menawarkan jasa, terutama bila ada yang mengaku-ngaku dari Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara. Itu bohong’’ terangnya.
Ia kemudian menyebut mekanisme yang
diberlakukan setelah tes tulis, semua lembar jawaban langsung diamankan dan
dikawal ke Jakarta.
Sayangnya, tambah Nurdin Abdullah,
Pemda tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut cukup
rawan karena Pemdalah yang mengetahui kebutuhannya.
Yang paling rawan, tambah Bupati
Bantaeng adalah formasi K1 yang masih tersisa. Mereka ini dijanji oleh MenPAN
untuk diberi prioritas. Demikian pula dengan K2.
Bila KemenPAN hanya memprioritaskan
kecerdasan dan mengesampingkan pengabdian dan kesabaran CPNS selama ini,
kemungkinan bisa menjadi bumerang, urainya.
Pemda kan yang tau pengabdian para
CPNS K-1 dan K-2, sedang pusat hanya taunya quota. Makanya, bila salah
mengambil keputusan, tidak tertutup kemungkinan terjadi keributan,
tambahnya.(hms)


0 komentar: