Bantaeng, 04/11 – 2013 - Untuk mengawal negeri dan bangsa yang besar ini
menjadi bangsa yang benar-benar hebat, TNI Polri dan Mahasiswa seharusnya
bersatu.
Kedua kekuatan tersebut tidak boleh
lepas, harus bisa akrab sejak awal karena merekalah yang kelak menjadi
pemimpin. Bila tidak saling mengenal sejak awal, bangsa ini akan pecah.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat
(Kasad) Jenderal TNI Purnawirawan Pramono Edhie Wibowo mengatakan hal itu
ketika tampil sebagai pembicara pada Seminar Kebangsaan 2013 di Gedung Balai
Kartini Bantaeng, Senin (4/11).
Dialog kebangsaan yang dipandu
Supervisor KKN Kebangsaan Jayadi Nas tersebut mengambil tema Yang Muda Yang
Membangun. Dialog tersebut dihadiri Jenderal TNI Purnawirawan M Natsir dan
mantan Pangdam VII Wirabuana sekaligus penggagas KKN Kebangsaan Mayjen TNI HM
Nizam.
Dialog yang dihadiri mahasiswa KKN
Kebangsaan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita Langgara, Dandim
1410 Letkol Mahanom S, Kapolres AKBP I Made Sunarta, dan unsur Muspida
Kabupaten Bantaeng.
Pada kesempatan tersebut, Ketua UPT
KKN Unhas Dr Hasrullah menyematkan baju KKN Kebangsaan kepada Pramono Edhie
Wibowo disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.
Ipar Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono itu juga menyerahkan sejumlah kenang-kenangan kepada mahasiswa.
Menurut Pramono Edhie Wibowo, jangan
dikotomikan antara sipil dan militer karena kita harus bisa membangun tanpa
mengutamakan kepentingan sendiri-sendiri.
‘’Kita harus bisa membangun negeri
ini secara bersama,’’ tandasnya seraya mengemukakan kondisi kekinian yang
sering diwarnai ketidakdewasaan dalam berpolitik.
‘’Katanya siap kalah dan siap
menang. Tapi bila kalah, marah. Itukah calon pemimpin,’’ tambahnya seraya
mengatakan, tanpa mendalami falsafah hidup, tata nilai kita terhadap bangsa ini
akan bergeser. Lebih menyedihkan lagi, bila kita lebih mengagung-agungkan
bangsa lain.
‘’Seolah bangsa lain lebih baik dari
kita, padahal kitalah yang lebih baik,’’ tuturnya seraya mengajak mahasiswa
untuk mempersiapkan diri menggantikan generasai sekarang.
‘’Suka tidak suka atau mau tidak mau
generasi ini akan turun dan mahasiswa yang sedang berKKN Kebangsaan inilah yang
akan tampil sebagai pengganti. Karena itu gunakan kesempatan yang baik ini,’’
tambahnya.
Ia kemudian memuji mantan Pangdam
VII Wirabuana Mayjen TNI Purnawirawan HM Nizam yang telah menggagas KKN
Kebangsaan bersama Universitas Hasanuddin.
Melalui KKN, mahasiswa lebih
mengenal kondisi bangsanya. Bahkan negeri ini berawal dari desa dan masyarakat
desa memiliki jiwa dan semangat kegotongroyongan yang tinggi.
Karena itu, dalami dan resapi
kehidupan di desa yang tentram. Bangsa ini tak bisa besar bila calon
pemimpinnya dirasuki rasa iri hati. Kita harus optimistis bahwa kita bisa.
Jangan membesar-besarkan bangsa lain.
Ia kemudian memberi contoh Bupati
Bantaeng, seorang teknokrat yang berhasil membangun daerahnya. Karena itu,
mahasiswa harus belajar banyak kepada Bupati bagaimana membangun daerah yang pernah
terbelakang menjadi daerah maju, urainya.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM
Nurdin Abdullah memuji sosok putra kelima Jenderal Sarwo Edhie Wibowo itu
sebagai tentara yang tegas, jujur dan merakyat.
‘’Meski anak jenderal, Pramono
menyatu dengan rakyat dan pasukan. Tidak salah bila banyak orang yang menilai
Jenderal bintang empat yang juga mantan Pangkostrad ini sebagai potret M
Jusuf,’’ urainya.
Nurdin Abdullah kemudian
mengemukakan kondisi wilayah yang dipimpinnya. ‘’Kami membangun dengan komitmen
dan memanfaatkan anggaran yang kecil namun kini sudah bisa dirasakan
masyarakat.
‘’Masyarakat Bantaeng kini mulai
bangga karena menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru di selatan Sulsel. Dan ke
depan kita berharap Bantaeng menjadi Kota Jasa yang indah dan nyamansekaligus
menjadi pusat pengembangan industri. (hms)


0 komentar: