Bantaeng, 28/10 – 2013 -
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten
Bantaeng mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kedisiplinan menyusul akan
diberlakukannya tahun 2014 sebagai Tahun Disiplin.
Penerapan Tahun Disiplin dilakukan
semakin merosotnya kedisiplinan di kalangan pewagai negeri sipil (PNS) lingkup
Pemda dalam lima tahun terakhir.
‘’Saya berhasil membangun Bantaeng
dalam 5 tahun, namun gagal mendisiplinkan PNS,’’ katanya pada peringatan Sumpah
Pemuda di halaman Kantor Bupati Bantaeng, Senin (28/10).
Upacara peringatan diikuti pelajar
SD, SMP dan LTA, PNS dan berbagai unsur pemuda lainnya dihadiri Ketua DPRD Hj
Novrita Langgara dan unsur Muspida serta pejabat SKPD.
Menurut Nurdin Abdullah, penetapan Tahun
Disiplin merupakan salah satu kiat untuk mencegah kemerosotan disiplin terulang
pada masa pemerintahan periode kedua.
‘’Saya tidak mau ini terulang.
Karena itu, harus segera diperbaiki. Kasihan yang bekerja sungguh-sungguh. Saya
tau, beberapa pejabat selalu datang telat. Pukul 10 – 11 baru ada di kantor
padahal para pejabat ini yang diharapkan menjadi contoh.
‘’Kita berharap para pejabat
melakukan kontrol secara berjenjang sesuai kehendak dalam aturan baru
tentang kepegawaian. Jadi ini bukan kehendak Pemda, tapi kehendak aturan,’’
tuturnya.
Menurut bupati, bila peraturan baru
diterapkan tahun ini, banyak PNS yang terancam sanksi berat. Bahkan sedikitnya
3 orang terancam pemecatan.
Karena itulah, ia berharap kepada
seluruh jajaran PNS Pemda Kabupaten Bantaeng untuk menjadikan momen Sumpah
Pemuda untuk memperbaiki diri.
‘’Kita tidak ingin seperti gigi,
satu yang sakit menjalar ke seluruh badan. Kasihan yang benar-benar
berdedikasi. Apalagi bila memberi contoh keliru kepada bawahannya,’’ tambahnya.
Bupati kemudian menyebut penyusunan
system pengembangan karier. Bila ada yang baik akan diberi reward
(penghargaan). Nurdin juga memberi contoh semakin sulitnya menjadi PNS yang
ditandai banyaknya pelamar sementara yang akan diterima hanya 50 orang.
Karena itu, ia mengingatkan kepada
seluruh jajaran untuk tidak bermain-main, termasuk dalam hal penerimaan CPNS.
‘’Tidak ada lagi kekuatan orang perorang untuk menentukan kelulusan karena
semua hasil ujian tidak diketahui lagi siapa yang menjadi pemeriksa. Kita langsung
kirim ke pusat,’’ urainya.
Yang bisa menyelamatkan adalah hasil
ujian para calon sendiri. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun
sebelumnya dimana Pemda yang mencari Universitas untuk diperiksa sehingga
banyak kejadian yang tidak diinginkan, tambahnya.
Bupati mengajak seluruh jajaran
untuk menyampaikan rencana ini kepada seluruh PNS, baik yang rajin maupun yang
malas-malasan karena ke depan kita tidak bisa lagi mentoleransi, ujarnya lagi.
Bupati Bantaeng pada kesempatan itu
juga membacakan sambutan tertulis Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
(Menegpora) Roy Suryo. Roy dalam sambutannya mengingatkan generasi muda agar
tetap memelihara kesatuan di tengah nilai moral yang melanda dunia.
Generasi muda Indonesia harus bisa
mempertahankan diri di tengah pendangkalan empati dan sikap fragmatis.
Kemenegpora juga telah mencanangkan
gerakan kemandirian dalam wirausaha dan gerakan idealism yang mendapat sambutan
berharga. Karena itulah, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengambil tema
pemuda santun, cerdas, aspiratif dan berprestasi. (hms)


0 komentar: