Selamat Datang di Blogspot Staf Bupati Bantaeng Alamat : Jl. A. Manappiang No.5 Kabupaten Bantaeng - Telepon ( 0413 ) 21001, fax ( 0413 ) 22765 Propinsi Sulawesi Selatan, terima kasih,..atas kunjungan anda. Wassalam
Silahkan Mengganti Tema Latar yang di inginkan


INDUSTRI PENGOLAHAN NIKEL MULAI DIPANCANG DI BANTAENG





Bantaeng, 9/4 – 2013 -  Satu persatu rencana investasi mulai dibuktikan. Dari lima perusahaan yang berencana membangun di Butta Toa, PT Bumi Bakti Sulawesi (BBS) yang resmi menancapkan harapan.

Hal itu dibuktikan dengan pemancangan batu pertama pembangunan industri pengolahan bijih nikel (Smelter) milik perusahaan tersebut di Desa Papanloe Kecamatan Pa’jukukang, Selasa (9/4). 

Pemancangan tersebut dilakukan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, Presiden Komisaris PT BBS George Toisuta, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan sejumlah petinggi lainnya.

Industri yang dibangun dalam tempo setahun di atas lahan seluas 50 Ha ini menghabiskan investasi Rp 500 miliar dan diharapkan menyerap tenaga kerja sebanyak 500 orang, terang Komisaris Utama PT BBS George Toisuta.

Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) itu, pembangunan industri ini merupakan bagian dari 11 program yang dicanangkan pihaknya yakni pembangunan kawasan industri yang dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo menyambut baik pembangunan industri yang berpangkalan di Kabupaten Bantaeng. ‘’Sebenarnya, rencana ground breaking ini akan dilakukan Menko Ekuin Hatta Radjasa, namu tiba-tiba saja mendapat tugas mewakili Presiden ke Singapura,’’ urai Gubernur yang baru dilantik untuk periode 2013/2018.
Gagal dengan Hatta Radjasa, maka Menteri Perindustrian yang akan mengganti. Tapi ternyata juga mendapat tugas dari Presiden ke Myanmar. ‘’Saya terpaksa sepakat dengan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, ternyata tadi malam dipanggil ke istana. 

Akhirnya, ini menjadi pekerjaan pertama saya setelah dilantik kemarin,’’ tuturnya.
Atas keberhasilan meyakinkan investor menanamkan modalnya di Bantaeng dengan jumlah yang cukup besar, maka hanya tiga kata untuk Bupati Bantaeng yakni I Love You, terang Syahrul yang disambut tepuk tangan.

‘’Jago mintongi tawwa pak Nurdin,’’ (Nurdin memang hebat), tambah Gubernur yang mengaku selalu menjagokan Bupati HM Nurdin Abdullah dalam berbagai hal di Sulsel.
‘’Saya memang selalu menjagokan Nurdin Abdullah di Sulsel dalam berbagai hal,’’ tandasnya seraya berharap kepada seluruh masyarakat di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini agar tetap menjaga ketenangan dan kebersamaan yang sudah terjalin selama ini.

‘’Insya Allah saya juga akan buktikan bahwa rakyat Sulsel tidak salah pilih sebab hanya pemerintahan yang baik dan berpihak pada rakyat yang bisa memakmurkan rakyatnya,’’ jelas Syahrul.

Ia kemudian menyebut Sulsel yang kini menjadi provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Agar kemajuan dapat kita raih, ia berharap masyarakat tetap menjaga kebersamaan sebab investasi membutuhkan ketenangan.
‘’Uang itu selalu mencari tempat yang aman dan tenang. Ini saya ingatkan karena masyarakat Bantaeng juga akan melakukan pesta demokrasi. Saya berharap kepada Kapolres, Dandim dan Kejaksaan bersama semua masyarakat untuk menjaga stabilitas yang sudah baik,’’ pintanya.

Ini penting sebab industri ini dibutuhkan dunia. Dan, pembangunan ini sekaligus secara perlahan Bupati Bantaeng telah memindahkan perhatian dunia ke Bantaeng, urainya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, pembangunan industry smelter di Bantaeng merupakan salah satu wujud dari janji Gubernur untuk menjadikan Sulsel sebagai daerah kunjungan investasi.

Ia berharap, pertengahan 2014, industry milik PT BBS sudah berproduksi 150 ribu metric ton/tahun ke Negara tujuan China. Khusus penyiapan tenaga listrik, Pemda bersama PT BBS telah menandatangani naskah MOU dengan PLN untuk daya sebanyak 120 MW.

Bupati Bantaeng juga berharap, industri sejenis lainnya segera menyusul sebab ada 4 perusahaan yang telah melakukan pembebasan lahan. Dari jumlah tersebut, 3 perusahaan pengolahan bijih nikel dan satu perusahaan pengolahan bijih besi (mangan) dengan total invetasi Rp 12 triliun.

0 komentar:

Komentar

Komentar Terbaru

CREATED BY : Dedy Unsat.net